Senin, 03 Februari 2014

"perutmu seperti mau meletus"


Aku sedang (masih) hamil. Hamil besar sekali. Ya, usia kehamilanku sudah (atau baru?) 33 minggu 3 hari saat aku mengetik tulisan ini, tapi orang-orang yang melihat perutku seringkali mengatakan "sudah tinggal hitungan hari ya?" "besar sekali perutmu" "jangan-jangan bayimu kembar", "perutmu seperti mau meletus" "aku kira kau sudah melahirkan dari kemaren-kemaren", dan berbagai versi respon lainnya yang maknanya tetap sama : memberitahu bahwa perutku BESAR. Perutku memang besar sekali. Awalnya aku tak begitu menyadarinya, jadi terimakasih sudah memberi tahuku dengan cara kalian masing-masing. 

Beberapa minggu lagi, si mungil imut nan lucu itu akan launching, aku berharap dia akan keluar di minggu ke-40, sesuai perhitungan, itu artinya masih ada waktu 7 minggu lagi untuk menikmati memilki perut besar ini. Akhir-akhir ini, perutku yang besar bukan saja merepotkan, tapi kadang juga bisa menjadi "senjata berbahaya". Sudah beberapa kali aku menumpahkan air di atas meja makan ketika akan mencoba meraih sesuatu di sisi lain meja dan tanpa sengaja perutku 'menyundul' gelas berisi air. Dan kalau aku masuk ke suatu ruangan, maka perutkulah yang kelihatan lebih dulu eksis daripada sosokku. 

Semakin mendekati persalinan, aku jadi semakin mudah lelah. Jalan 300 meter untuk sekedar beli sayur siang-siang, keringatku sudah seperti orang lari-lari dikejar guk-guk. Aku tak lagi bisa berbaring, duduk, dan bangkit dengan anggun bak seorang balerina seperti dulu, sekarang semua aktivitas sederhana itu perlu trik-trik khusus, dan kalau aku melakukannya sembarangan, akan terdengar suara krek krak kruk dari tulang punggung atau pinggangku atau mungkin tulang ekorku (entahlah, pokoknya suara tulang). Kau tahu rasanya....cukup membuatku terpejam beberapa saat untuk menahan ngilunya. Nafasku juga semakin pendek-pendek, sampai-sampai seringkali suamiku protes "boros sekali kau bernafas, bisa-bisa habis oksigen di sini". 

Ada lagi satu hal yang menggelikan rasanya. Ya benar-benar menggelikan dalam arti sesungguhnya, bukan geli yang membuatmu tertawa, yang ini benar-benar "geli", seperti ada sesuatu yang merayap di dalam bajumu. Ya, geli yang itu maksudku. Ketika orang-orang yang melihat perutku sepertinya begitu bernafsu untuk menyentuhnya. Ada yang cuma sebatas keinginan dalam hati (mungkin), ada yang mengatakan "aku ingin menyentuh perutmu" sampai yang benar-benar menyentuh tanpa ada kode apapun sebelumnya. Nah kategori yang terakhir ini yang ku sebut "menggelikan" (terkecuali bagi suami, bidan dan dokter). Mungkin mereka pikir perutku menggemaskan seperti balon yang dibungkus kain warna-warni, atau mungkin mereka pikir berhubung perutku kelihatan begitu menonjol dengan jelasnya berarti siapapun boleh memegangnya.  Kenapa saat aku tidak hamil mereka tidak memegang perutku ya? Lain kali kalau ada yang menyentuh perutku, aku akan balas menyentuh perut mereka. Adil kan? XD

Di luar semua hal-hal uncomfortable tadi, aku selalu merasa bahagia saat berdiri di depan cermin melihat perutku yang besar ini, merasakan tendangan kaki mungil atau mungkin sikutannya yang luar biasa heboh saat malam hari, dan menebak-nebak apakah yang tampak menonjol ini kepala atau pan*at nya. Suamiku juga selalu antusias tiap melihat gerakan perutku yang heboh bergelombang ke kiri-kanan, "dia lagi ngapain sih". Kalau ada yang bertanya, "gimana sih rasanya hamil", (dan memang sering ditanya ini), u know... rasanya LUAR BIASA. Kalau masih pernasaran bagaimana rasanya, rasakan saja sendiri ! 

Minggu, 26 Januari 2014

Alhamdulillah...akhirnya S.Psi ^_^

Alhamdulillah, Allahuakbar...
Maha Besar Allah yang selalu mengawal langkah-langkah berat sehingga lebih terasa ringan untuk dijalani. Yang memberikan kemudahan setelah kesulitan dan menunjukkan bahwa tidak ada usaha yang sia-sia jika kita terus berjuang.

Alhamdulillah setelah menempuh 3,5 tahun studi, menjadi satu-satunya mahasiswa yang menikah di angkatanku, dan mengerjakan skripsi di tengah kehamilan yang semakin besar, akhirnya 23 Januari 2014, setelah digelar yudisium periode 1, resmi sudah menambah beberapa huruf di belakang nama menjadi Rizkie Amalia Sholehah, S.Psi. tepat di usia kehamilan yang menginjak 8 bulan. Daaan..alhamdulillahnya lagi Allah selalu memberikan bonus bertubi-tubi dengan IPK cumlaude dan tertinggi. Sungguh, tak ada satupun nikmat-Mu yang hamba dustakan ya Rabb.

Masih ingat banget saat melakukan penelitian skripsi dengan perut yang semakin membesar, bolak-balik ke tempat penelitian, trus konsultasi menemui dosen, dengan mengendarai motor sendirian karena sedang LDR dengan si abang. Capek luar biasa, sampai rumah tinggal tepar sambil usap-usap perut. Tapi akhirnya semua lelah itu terbayar sudah saat melihat hasilnya.

Trus apa rencanamu selanjutnya setelah lulus Riz?

  • Sekarang mulai membenahi lagi bisnis online yang sempat tidak terurus gara-gara skripsi. O ya, bagi yang punya akun facebook silahkan like page rumahsholehah.com. Website resminya nanti juga ada, tapis aat ini masih dalam proses pembangunan. rumahsholehah.com menyediakan berbagai pilihan fashion wanita, pria, anak, dan perlengkapan bayi dengan harga muuuraaah... #promosiduluuuu 
  • Menanti saat-saat jadi full time mom. Ga kepengen kerja kantoran dulu ah, mau fokus dulu rawat si baby unyu-unyu.
  • ......................rencana lainnya masih rahasia, ehehehehe.
Selamat juga buat 16 teman-teman lainnya yang di yudisium. Semoga ilmu kita bermanfaat untuk masyarakat yaa...



Senin, 29 Juli 2013

#Babymoon: 6 weeks

Kemaren bunda dan ayah bawa kamu ke puskesmas nak, biar diperiksa sama bu-bu bidan dan bisa dapat info lebih banyak supaya mampu jadi bunda yang baik buat kamu. Perkiraan bu-bu bidan usiamu sudah 6 minggu, nak. Wah pantas bunda makin mual-mual aja tiap pagi. Tinggi fundusnya tadi belum teraba, kamu masih kecil banget dan masih sangat rentan katanya, nak. Jadi Bunda harus ekstra hati-hati gak boleh cape-cape dulu. 

Nafsu makan bunda makin besar aja nak, setelah makan besar dengan nambah satu kali, masih bisa muat tiga buah lumpia =__=, habisnya kalo bunda lapar bawaannya mual sih nak. Trus pas mau tidur nyemil lagi, supaya bangunnya gak muntah-muntah gara-gara kelaparan. Tapi kemaren waktu di Puskesmas, Bunda diberi tips sama bu-bu bidan gimana supaya ga muntah pas bangun tidur. Hari ini Bunda praktekkan, eh alhamdulillah bangun tidur Bunda gak terlalu kleyengan lagi. 

Kemaren juga dikasih vitamin sama anti mual, jadi hari ini Bunda gak mual-mual. Sebenarnya sih Bunda gak keberatan juga walaupun harus mual-mual, karena dari situ Bunda bisa semakin merasakan kehadiran kamu dan semakin bersyukur sama Allah. Tapi berhubung ini bulan puasa dan Bunda tetap puasa, Bunda takut kalau kebanyakan muntah justru jadi membahayakan kamu, nak. Gak pa-pa ya kita minum obat anti mual dulu, supaya Bunda bisa full satu bulan puasanya dan kamu juga tetap sehat, Insya Allah \^_^/ Setelah bulan Ramadhan, obat anti mualnya kita ganti kurma aja ya... lebih alami dan sehat tentunya buat kamu dan Bunda. 

Cepat besar dan berkembang dengan baik ya nak. 

Kamis, 25 Juli 2013

#Babymoon: Hari di mana kami tahu kamu ada

Sudah seminggu lebih perut rasanya kram, seperti lagi kedatangan si bulan. Tapi harusnya si bulan kan sudah datang minggu lalu. Abang iseng-iseng nyeletuk, jangan-jangan hamil sayang... eh bener juga. Siapa tahu program honeymoon kemaren berhasil, hihi. Habis teraweh, abang ngajakin ke apotik beli Test Pack. Pas sampai, ternyata banyak yang ngantri euy. Akhirnya aku cuma nunggu di belakang dan si abang yang ngantri dnegan semangat. Pas bangun sahur, tumben-tumbenan belum mau pipis. Habis masak dan mau sahur, eh malah kebelet, jadi lah sekalian pakai test pack nya. Dan hasilnyaa jeng...jeng..jeeeeng....

Terimakasih kado Ramadhannya Ya Alah ^_^
Do'akan Bunda dan Debay nya bahagia dan sehat selalu ya... Aamiin

Rabu, 08 Mei 2013

Talk to the earth


Dear bumi, apa kabar? Terimakasih sudah mengundang hujan hari ini. Sejuk sekali rasanya. Meskipun di jejaring sosial aku baca beberapa status yang mengeluhkan hujan hari ini. Jangan sedih bumi, bukan kau yang salah, bukan pula langit, apalagi Tuhan. Mereka hanya lupa untuk bersyukur. Mereka tidak mengerti betapa berharganya setetes hujan bagi saudara-saudaraku di negeri gersang nun jauh di sana.

Bagaimana denganmu? Apa kau bahagia dengan hujan hari ini? Atau seperti ku saat ini: bahagia, tapi tidak sepenuhnya bahagia. Kadang, saat kita berusaha membahagiakan orang lain, kita harus mengorbankan sedikit kebahagiaan kita. Kita berusaha turut bahagia dengan kebahagiaan orang itu, tapi bagaimanapun hati tidak bisa dibohongi kan, bumi? Mulut kita boleh berkata “aku turut bahagia”, “aku bahagia jika kau bahagia”, tapi apa hati kita turut mengatakannya? Ya, kadang-kadang, tapi tidak selalu…


RizQueeNote Copyright © 2009
Scrapbook Mania theme designed by Simply WP and Free Bingo
Converted by Blogger Template Template